Sabtu, 17 April 2010

Burung Malang Kini Hijrah Entah Kemana ...

Meskipun waktu itu siang hari, si burung pelatuk terbang menabrak sebuah gedung pencakar langit, lalu jatuh ke tanah. Burung tersebut tidak melihat kaca gedung itu. Banyak burung mati setiap tahunnya setelah menabrak berbagai jenis bangunan. 

Kaca dapat membahayakan burung. Sewaktu jendelanya bersih dan tembus pandang, burung sering kali melihat apa yang ada di sisi luar gedung seperti tanaman dan langit. Akibatnya, burung yang tidak waspada kadang-kadang menabrak kaca dengan kecepatan tinggi. Kemerostoan populasi burung disebabkan karena kerusakkan lingkungan dan aktivitas yang dilakukan manusia termasuk membangun gedung-gedung yang tinggi.

Sadarkah masyarakat dan pemerintah kota atas dampak ini bagi habitat burung yang sudah kehilangan tempat tinggalnya. Pembangunan apapun hendaknya tidak hanya diperhitungkan pembiayaan, pengurusan tapi bagaimana hal itu berdampak bagi suatu komunitas tertentu. Karena manusia tidak hidup sendiri. 

Tahukah Anda - Sang Perekat Unggul?

Para ilmuwan terkagum-kagum akan kemampuan tokek untuk memanjat permukaan licin-bahkan merayap di langit-langit yang licin tanpa terpeleset, saya pun kagum! Bagaimana bisa? Kaki tokek mirip dtangan, yang bisa merayap pada permukaan licin dengan sangat lincah. Pada setiap  jarinya ada tonjolan-tonjolan yang mempunyai ribuan rambut halus. Dan, pada setiap rambut ada ratusan filament mikroskopis. Daya tarik antar molekul dari filamen-filamen ini cukup kuat untuk menahan badan tokek, bahkan sewaktu ia berjalan terbalik pada permukaan kaca.

Para peneliti ingin membuat bahan perekat yang seperti kaki tokek, dapat menempel pada permukaan yang licin. Bahan perekat ini bisa digunakan untuk ”berbagi keperluan medis”, kata majalah Science news, “mulai dari perban yang tetap menempel meskipun basah hingga plester untuk menggantikan benang penjashit luka operasi”.

Bagaimana pandangan Anda setelah mengetahui hal ini? Satu karya lagi yang begitu mengagumkan dari sang Mahakarya.

Tahukah Anda - Si Pembuat Benang Unggul?

Siapa yang tak pernah melihat laba-laba, binatang yang memiliki kemampuan menjaring. Tak sedikit industri perfilman membuat film animasi maupun film heroik yang terinspirasi dari binatang unik ini.

Lebih ringan dari pada kapas, tetapi jika dihitung menurut beratnya lebih kuat daripada baja, inilah gambaran jelas tentang benang laba-laba. Benang sutra tebal yang terkuat dari ketujuh jenis sutra yang dapat dipintal oleh laba-laba – banyak menarik perhatian. Benang ini tangguh dan lebih kedap air ketimbang benang ulat sutra, yang lazim digunakan untuk pakaian.

Laba-laba menghasilkan benang sutra pada suhu ruangan, dengan air sebagai pelaru. Selain itu benang laba-laba sangat tangguh. Jika diperbesar hingga seukuran lapangan sepak bola, jaring benang sutra itu dapat menghentikan pasawat jet jumbo yang sedang terbang.

Banyak ilmuan yang sangat terpesona mempelajari jarring benag laba-laba. “para ilmuan ingin mengembangkan sesuatu yang selentur dan setangguh benang laba-laba untuk membuat barang-barang, dari rompi anti peluru sampai kabel gantung pada jembatan”, tulis Aimee Cunningham di majalah Science News.

Menjiplak benang laba-laba tidaklah mudah, karena bahan ini dibuat dalam tubuh laba-laba dan prosesnya belum sepuhnya dipahami. Hal ini menujukkan adanya karya cerdas dari Pencipta.

Tahukah Anda - Navigasi Kupu-Kupu?

Siapa yang tak senang melihat indahnya kupu-kupu yang beterbangan dihamparan luas, saya pun begitu. Tak sedikit yang terkagum-kagum melihat paduan warna yang begitu mempesona dan bentuk yang unik. Tapi tahukah Anda kupu-kupu lebih dari sekedar memiliki warna dan bentuk tubuh yang menarik? Kupu memiliki sistem navigasi yang luar biasa.

Kupu-kupu memilik otak yang ukurannya kira-kira sebesar mata pena, namun kupu-kupu raja bisa bermigrasi sejauh 3000 kilometer.Bagaimana caranya? Sedarlah terbitan November 2009 menjelaskan bahwa, “kupu-kupu raja memiliki kompas matahari yang bisa menunjukkan arah berdasarkan posisi matahari. Serangga ini juga menggunakanjam biologis yang sangat akurat serdasarkan siklus 24 jam, yang dikenal sebagai jam sirkadian, untuk membuat penyesuaian mengikuti pergerakan matahari.”

Bagaimana menurut Anda? Apakah sistem navigasi kupu-kupu raja yang rumit dihasilkan secara kebetulan? Atau, apakah membuktikan adanya Perancang yang cerdas?

Taukah Anda - Hebatnya Sayap ?

Menurut Anda, mana yang lebih terampil di udara? Pesawat atau makhluk hidup seperti kalelawar, serangga, dan burung? Percaya atau tidak, pesawat tidak dapat menandingi makhluk hidup kecil dan menakjubkan, yang “memiliki kesanggupan terbang yang luar biasa seraya menembus angin, hujan, dan salju”, kata Wei Shyy, seorang professor di bidang teknik penerbangan di University of Michigan. Rahasianya? Sayap yang bisa dikepak-kepakkan, hal ini tidak dapat dilakukan oleh pesawat sejak upaya pertama manusia untuk bisa terbang.

Sedarlah terbitan Februari 2009 menjelaskan sewaktu burung dan serangga sedang terbang, kepakan sayapnya terus berubah-ubah sesuai dengan lingkungan di sekitarnya. Ini memungkinkan binatang itu terbang berputar- putar dan melakukan memanuver tajam. Majalah science news melaporkan hasil pengamatannya tentang kelelawar, “ketika sedang terbang dengan kecepatan rendah, sekitar 1,5 meter per detik kelelawar mengepakkan sayapnya ke atas dan ke bawah kemudian dengan cepat mengepakkan sayapnya ke belakang saat bergerak ke atas. Ilmuan telah memperkirakan bahwa teknik ini .. membuatnya terangkat dan bergerak maju.”

Masih ada banyak hal yang perlu dipelajari tentang hewan-hewan terbang. Namun dari hal ini kita belajar bahwa alam lebih dulu dari pada teknologi tercanggih manapun.

Minggu, 28 Maret 2010

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Bahasa merupakan karunia ilahi. Proses perubahan yang menganggumkan dalam bidang bahasa memperlihatkan betapa fleksibelnya karunia ini. Dengan mengamati bahasa kita dapat menyadari bahwa tidak ada kelompok  masyarakat yang lebih unggul dari yang lain karena tidak ada bahasa manapun yang dapat dikatakan terbelakang. Bahasa bisa dipelajari siapa saja, tiap-tiap bahasa layak direspek tidak soal banyak penuturnya. Begitu pula bahasa isyarat.

Bahasa isyarat adalah sarana komunikasi yang sempurna bagi kaum tunarungu. Setiap gerakan yang dibuat seorang tunarungu mengandung arti. Sayangnya tidak sedikit kaum tunarungu menggunakan bahasa isyarat yang tidak sesuai standar kaidah bahasa Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya keluarga kaum tunarungu yang memiliki keterbatasan dalam soal waktu maupun biaya, sehingga menyebabkan kaum tunarungu ini tidak bersekolah ditempat khusus dan membuat mereka ‘menciptakan’ isyarat sendiri agar maksud mereka bisa tersampaikan.

Disamping itu sedikitnya orang awam yang mengetahui secara jelas bahasa isyarat. Sehingga keluarga yang kemungkinan anggota keluarganya adalah seorang tunarungu merasa kesulitan dalam berkomunikasi dengan mereka. Banyak buku pedoman / kamus bahasa isyarat muncul dipasaran, sayangnya hanya sedikit menambah pemahaman terhadap bahasa isyarat tersebut karena sulit dipahami maksud dari buku pedoman tersebut. 

Berdasarkan keterangan diatas, penulis tertarik untuk membuat aplikasi pengenalan bahasa isyarat berbasis web untuk memberikan pemahaman bahasa isyarat baik kepada orang awam maupun kaum tunarungu. Pada web aplikasi ini disediakan huruf berupa gambar dan contoh kata dalam bentuk video bahasa isyarat.

1.2  Batasan Masalah

Mengingat begitu luasnya bahasa isyarat dan beragam penulis hanya membuat sistem isyarat dalam bahasa Indonesia. Tidak semua kata bahasa Indonesia disediakan oleh web ini. Informasi yang ditampilkan dalam web aplikasi ini adalah penyampaian bahasa isyarat dalam bentuk huruf dan kata.

1.3  Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah untuk membuat aplikasi pembelajaran sehingga mempermudah mempelajari bahasa isyarat agar siapapun dapat berkomunikasi terhadap kaum tunarungu. Dengan adanya penulisan ini diharapkan kendala dalam berkomunikasi dengan kaum tunarungu dapat teratasi, setidaknya kaum tunarungu mengetahui sistem isyarat yang benar sesuai kaidah bahasa Indonesia.

 

1.1  Metode Penelitian

Untuk menyelesaikan penulisan ini dilakukan kegiatan sebagai berikut:

a.       Pemilihan Software dan Penggunaan Hardware

Pada pembuatan web kali ini digunakan software PHP untuk mengatur tampilan-tampilan yang ada dan MySQL sebagai database pada website ini. Selain itu digunakan Macromedia Dreamweaver sebagai tempat pengeditan tampilan dan meng-upload apa saja yang ingin dimasukkan kedalam web. Penggunaan hardware juga diperlukan sebagai penunjang pembuatan web ini. Menggunakan Intel(R) Core(TM)2 Duo CPU T8100 @ 2.10GHz (2CPUs) sebagai processor dan RAM 2 Gb.  Hardisk internal dengan kapasitas 220 Gb. Graphics Card menggunakan Mobile Inte(R) 965 Express Chipset Family berkapasitas 256 Mb. Operating system yang digunakan Windows XP Professional version 2002 service pack 2.

b.      Pengumpulan Data

Dalam kegiatan ini, penulis melakukan dua cara pengumpulan data. Pertama, dilakukannya studi lapangan. Pada cara ini dilakukan pengamatan atau obeservasi langsung ke tempat yang berkaitan dengan kaum tunarungu. Cara kedua adalah riset dengan membaca buku-buku yang berhubungan dengan materi penulisan dan juga browsing informasi di internet.  Hal ini dlakukan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya sehingga dapat digunakan untuk mendukung pembuatan penulisan ini.

c.       Perancangan Website

Perancangan website dimulai dengan perancangan database yang digunakan. Setelah itu perancangan tampilan web seperti tombol-tombol navigasi dan link.

 

1.2  Sistematika Penulisan

  Sistematika penulisan merupakan pembahasan penulisan yang bertujuan memberikan laporan secara jelas dan sistematis. Penulis membagi penulisan ilmiah ini menjadi 4 bab, tediri dari:

Bab I        Pendahuluan

               Dalam bab ini terdapat gambaran umum tentang permasalahan yang akan dibahas seperti

               latar belakang penulisan, pembatasan masalah, tujuan penulisan dan sistematika penulisan.

Bab II     Landasan Teori

               Menjelaskan tentng teori-teori yang mendukung atau berhubungan dengan penulisan ilmiah ini.

Bab III    Analisa dan Pembahasan

             Menjelaskan tahapan pembuatan aplikasi animasi, mulai dari struktur navigasi, rancangan tampila

              atau storyboard data, tahap-tahap penyusunan dari awal sampai akhir, aplikasi suara dan objek.

Bab IV    Penutup

              Berisi kesimpulan dari keseluruhan penulisan, serta saran.

Minggu, 07 Maret 2010

Latar Belakang Masalah - PI

Bahasa merupakan karunia ilahi. Proses perubahan yang menganggumkan dalam bidang bahasa memperlihatkan betapa fleksibelnya karunia ini. Dengan mengamati bahasa kita dapat menyadari bahwa tidak ada kelompok  masyarakat yang lebih unggul dari yang lain karena tidak ada bahasa manapun yang dapat dikatakan terbelakang. Bahasa bisa dipelajari siapa saja, tiap-tiap bahasa layak direspek tidak soal banyak penuturnya. Begitu pula bahasa isyarat.

Bahasa isyarat adalah sarana komunikasi yang sempurna bagi kaum tunarungu. Setiap gerakan yang dibuat seorang tunarungu mengandung arti. Sayangnya banyak orang yang merasa kesulitan dalam berkomunikasi dengan mereka. Banyak buku pedoman / kamus bahasa isyarat hanya sedikit menambah pemahaman terhadap bahasa isyarat tersebut karena sulit dipahami maksud dari buku pedoman tersebut. 

Sejalan berkembangnya teknologi, kita dapat menggunakan komputer sebagai media belajar yang lebih menarik dan menyenangkan, yaitu dengan memanfaatkan “Apikasi Pembelajaran”. Dengan memanfaatkan aplikasi ini, kaum tunarungu maupun orang awam dapat mempelajari bahasa isyarat tunarungu, karena fasilitas yang diberikan oleh aplikasi ini cukup menarik. Sebagai contoh gambar yang ditampilkan dapat bergerak dan bersuara, tentunya hal ini menjadi nilai lebih dibandingkan dengan menggunakan buku panduan biasa. Kaum tunarungu maupun orang awam akan lebih memahami ketimbang hanya membaca rangkaian kalimat dan gambar yang ada pada buku, hal ini memebuat pembelajaran menjadi menyenangkan. Sehingga tanpa disadari kaum tunarungu secara tidak langsung mengenal kemajuan teknologi saat ini.

Berdasarkan alasan-alasan diatas penulis mencoba untuk membuat suatu Aplikasi Pembelajaran bahasa isyarat untuk kaum tunarungu dengan menggunakan Macromedia Flash.